Selasa, 20 Juni 2017

ATM..aksi tutup mulut..

Sudah sekitar tiga hari ini SAE melakukan gerakan ATM,alias aksi tutup mulut pas maem. Padahal selama ini, dengan makanan homemade yang ibun bikin sae lumayan lahap makannya..sedih kalau sudah kayak gini.

Akhirnya setelah ngobrol sama Ayah, dan mencoba menganalisis dan mengingat-ingat menu apa saja yang dimakan sae akhirnya munculah beberapa kesimpulan:

1. Sae mulai bosan dengan menu 3 akhir-akhir ini yang monoton hanya terdiri dari, bubur nasi, jagung manis, labu kuning, tahu/tempe dan sayur (brokoli/sawi/bayam)...yg dominan rasanya manis dari labu n jagung..
2. Karena Sae alergi protein hewani, jadi memang menu-menu yang terdiri dari daging, telur dan kawan kawannya tidak bisa di kreasikan menjadi variasi menu MPASI sae..
3. Ibun harus mulai eksperimen ingridiens lain.

Setelah putar otak n putar badan, akhirnya Ibun dapat ide. idenya muncul pas lihat menu steak dengan aneka saosnya. saos jamur.
Keesokan harinya Ibun mencoba memblender jamur kancing dan menambahkannya ke bubur nasi nya, dan meniadakan labu kuning.

Bismillah..satu sendok, sae masih menghindar..sendokan kedua.. Alhamdulillah.Sae mulai lahap lagi..legaaaàa.

Next,PR ibun, mulai searching lagi menu-menu MPASI buat baby vegan kayak SAE...huhuhu

Jumat, 16 Juni 2017

Tugas tugas yang menunggu

Tugas ibun semakin menumpuk akhir-akhir ini. Terutama karena thesis yang semakin mendesak untuk diselesaikan. Thesis yang tak kunjung ibun selesaikan ini sih alasannya karena nggak bisa ngerjain dirumah. Dari sejak kuliah,ibun memang jarang banget bisa ngerjain tugas atau pekerjaan dirumah atau pun kamar kos. Jadi beberapa kali ibun harus ke perpus daerah atau caffe di depan rumah buat ngerjain thesisnya.

Lama-lama alasan ini jadi rasionalisasi untuk semakin menunda mengerjakannya. Sampai datanhlglah sebuah kondisi yang membuatnya semakin urgent untuk diselesaikan. Ya, ibun harus segera bekerja, sehingga bisa benar-benar membantu ayah mengumpulkan tabungan.

Sejak awal pernikahan kami berdua memulai semua dari nol...benar-benar menjadi nol juga sejak sae, lahir. Ibun mulai tidak bekerja dan ayah harus banting stir dan memulai bisnis yang baru, ditempat yang baru ini. Kami benar-benar nol secara finansial..

Ibun harus segera menyelesaikan thesis ini. Sehingga ayah n ibun bisa benar-benar melangkah bersama. Agar semakin ringan langkah kami...
Bismillah..

Senin, 03 April 2017

The Began

Menikah pada awalnya hanya sebuah kata yang tersimpan entah dihalaman berapa dalam kamus kehidupan saya. beberapa kali rekan menanyakan bahkan menegur saya untuk segera menikah (pada saat itu usia saya 25 tahun), namun untuk saya, saat itu, hal tersebut bukan sesuatu hal yang penting.

lalu hingga akhirnya, diskusi panjang saya dengan seorang teman, yang selama ini hanya saya kenal dari teman yang lain, membawa saya pada satu kesimpulan: Kami punya Visi dan Misi kehidupan.

Visi misi ini bukan didasari atas hasrat "Cinta" antar sepasang sejoli, bukan atas dasar kekaguman atas tampilan satu sama lain. Pada saat itu yang benar-benar menyatukan adalah Visi dan Misi. Hingga 2 minggu setelahnya, barulah Allah membuka pintu hati kami. Langkah-langkah yang pasti membuat kami berjalan dengan Logika, sedangkan Rasa itu mengikuti dengan sendirinya..
Banyak yang heran?! sudah pasti. Lha wong kami juga Heran...

dan inilah kami sakarang, Keluarga yang terbentuk dari Visi Misi yang sama, Cinta yang tumbuh perlahan dan tak menggebu-gebu, Tuhan yang mengikat erat Hati kami, dan sang buah Hati yang kini makin mengeratkan kami..

Inilah awal cerita saya, tentang Keluarga yang masih berupa benih, yang baru saja ditanam, masih perlu dipupuk, hingga nantinya bertunas dan tumbuh menjadi pohon yang rindang, yang dapat menyejukan orang-orang disekitar kami.